Dengan hati tidak senyaman dengan hari-hari sebelumnya aku bergegas dari pembaringan dengan dikejutkan bunyi alarm handphone sebagai penanda saat harus bangun dan beraktivitas kembali. Dengan penuh kusam diraut muka ku bergegas melihat kota inbox yang ada di whatsapp ternyata tidak ada isi chat yang membuat hati nyaman seakan isi chatmu adalah pelipur lara dalam kesuntukan dan dengan segala pekerjaanku.
Tepat jam 06.00 wib hati ku tersentak seakan terbentur batu, batu yang begitu besar penghalang langkahku, langkah untuk menyapamu kembali dalam setiap hari-hariku aku teringat satu kalimat yang membuat hati seakan terkoyak dan begitu menyakitkan kalimat yang membuat keberdayaanku pudar dan sedikit membuat sadar bahwa diri ini memang sudah tidak diperlukan lagi. Tapi dalam rulung hati yang paling dalam aku tidak pernah sedikitpun mengikis harapan ini untuk selalu ada kesempatan bisa bersamamu kembali meskipun cuman ujung jarum yang kecil dan tidak terasa akan beradaanmu, ujung jarum yang sangat berarti ketika apa yang aku rasakan juga kamu rasakan.
