Butiran Mutiara Hidupku "PERGI"

Dengan hati tidak senyaman dengan hari-hari sebelumnya aku bergegas dari pembaringan dengan dikejutkan bunyi alarm handphone sebagai penanda saat harus bangun dan beraktivitas kembali. Dengan penuh kusam diraut muka ku bergegas melihat kota inbox yang ada di whatsapp ternyata tidak ada isi chat yang membuat hati nyaman seakan isi chatmu adalah pelipur lara dalam kesuntukan dan dengan segala pekerjaanku. 
Tepat jam 06.00 wib hati ku tersentak seakan terbentur batu, batu yang begitu besar penghalang langkahku, langkah untuk menyapamu kembali dalam setiap hari-hariku aku teringat satu kalimat yang membuat hati seakan terkoyak dan begitu menyakitkan kalimat yang membuat keberdayaanku pudar dan sedikit membuat sadar bahwa diri ini memang sudah tidak diperlukan lagi. Tapi dalam rulung hati yang paling dalam aku tidak pernah sedikitpun mengikis harapan ini untuk selalu ada kesempatan bisa bersamamu kembali meskipun cuman ujung jarum yang kecil dan tidak terasa akan beradaanmu, ujung jarum yang sangat berarti ketika apa yang aku rasakan juga kamu rasakan.

Hari ini berangkat lagi.

Terlihat begitu kotornya roda empatku, dalam benakku kalo aku bawa ke kota rasanya agak kurang nyaman kalo diliat dalam benak pasti berpikir "ini dari dari mana kok kotor sekali". Meskipun dalam lirik hati yang paling dalam emang gue pikiran mau mikir apa juga nggak tau tau pikirku. Ketika mataku tertuju ke jam dinding rupanya 5 pagi dengan terburu-buru aku spontan untuk mengambil sabun dan ember serta pembersih kain lap untuk membersihkan Si Roda Empatku. Dipertengahan menyiapkan segala sesuatu lupa dimana menaruh sabun khusus bodynya, karena sering dibawa kepencucian jadi rasanya suka nggak suka harus dilakukan sendiri pagi ini. Ketikan semuanya sesuai dengan yang dikendaki mulai membersihkan muka samping kiri dan kanan belakang tidak luput dari sapuan sabun khusus untuk body katanya sich tidak merusak cat pada body namanya juga produk selalu menawarkan yang terbaik. Beberapa menit kemudian pikiran ku melayang seakan akan lamunan sembari membersikan Si Roda Empatku teringat akan sosok selalu membayangi hidupku, dalam benakku ada pertanyaan "Kalo jam segini lagi apa?. Apa yang dikerjakan?Sudah siapkah berangkat?Dia menggunakan stelan apa hari ini?wah....semuanya ada dalam benak ini. Spontan kakiku melangkah menuju pintu rumah dan masuk kedalam kamar dan melihat Handphone dengan harapan ada kabar darimu. Yach begitulah harpanku yang selalu menanti kabar yang tidak pasti dan selalu berharap akan ada keajaiban yang terjadi. 

Sosokmu Selalu Menghantui "PIKIRANKU" Part. I

Jam 03.00 aku terbangun seakan-akan masih terbuai mimpi yang begitu memabawaku tidak ingin berajak bangikit dari tempat istrahat. Pada itu pula pikiranku ingat akan satu hal sebelumnya tidur berniat ingin melaksanakan sholat tahajud sebelum subuh tiba, dengan perasaan dan hati yang berkecamuk antara pergi ke dapur mengambil air wudhu apa buka laptop dulu, sungguh terasa berat rasanya untuk melaksanakan sholat sunah tahajud pada malam itu, dan hari-hari sebelumnya juga kebanyakan terlewatkan karena menunda waktu sholat tersebut, belum lagi kalo sudah diatas jam 21.00 belum tidur dan masih mengerjakan tugas dan hobby lainnya selalu dibahiskan dimuka laptop, seakan laptop adalah barang yang begitu berharga dan wajib membuka laptop sebelum tidur biasanya, padahal membuka cuman mengecek besok masuk kelas berapa dan materinya apa yang perlu disampaikan kepada mereka yang selalu menunggu asupan ilmu baru meskipun dengan potongan-potongan video tutorial yang berkaitan mata pelajaran yang aku ampu.

Popular

Catatanku